Berita HIK Parahyangan

Gelar RUPS Luar Biasa, BPRS HIK Parahyangan Usung 7 Agenda Utama

Gelar RUPS Luar Biasa, BPRS HIK Parahyangan Usung 7 Agenda Utama

Cileunyi, PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah (BPRS HIK) Parahyangan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Gedung Bumi HIK Parahyangan, Jalan Raya Percobaan No. 38 B Cileunyi, Kabupaten Bandung pada 6 Juli 2020. Rapat yang dipimpin H Mohammad Yamin, MSc. selaku Komisaris Utama ini digelar secara daring (online) dengan mengusung tujuh agenda utama.

Tujuh agenda tersebut yakni perubahan pengurus perseroan, persetujuan penambahan modal disetor tahun 2019, persetujuan penjualan saham atas nama Renny Agustiawati, persetujuan rencana pengambilalihan kepemilikan saham beberapa pemegang saham oleh Induk HIK tahap kedua, persetujuan penambahan limit hapus buku perseroan, serta penyampaian revisi Rencana Bisnis Bank tahun 2020.

Pada agenda pertama, keputusan yang diambil adalah menegaskan penetapan H Mohammad Yamin, MSc. sebagai Komisaris Utama dan H Budi Yuwono, S.E. sebagai Komisaris hingga tahun 2024, serta menetapkan H Ahmad Syukri, S.E. sebagai Komisaris Independen hingga 2025. Selain itu, rapat juga mengangkat Agus Salim Dimyati, S.E. sebagai Direktur Kepatuhan hingga tahun 2025.

Pada agenda kedua, rapat menyetujui penambahan modal disetor perseroan tahun 2019 sebesar Rp 11.000.000.000 (sebelas miliar rupiah) yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat nomor S-86/KR.0213/2020 tanggal 3 Juli 2020.

Selanjutnya, RUPS LB menyepakati penjualan saham atas nama Renny Agustiawati sebanyak 2.252 lembar saham. Sementara itu, rencana pengambilalihan kepemilikan enam pemegang saham oleh PT Induk HIK tahap kedua sebanyak 8.235 lembar saham juga disetujui.

Poin lain yang menjadi pembahasan adalah penambahan limit hapus buku perseroan setiap tahun setinggi-tingginya 0,5% dari portofolio pembiayaan yang teknis dan mekanismenya dilakukan melalui persertujuan Dewan Komisaris. Agenda terakhir terkait Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2020 PT BPRS HIK Parahyangan batal dilaksanakan karena mempertimbangkan kondisi bisnis perbankan dan perekonomian akibat pandemi covid 19 dan dampaknya terhadap perseroan.

Dalam rapat, diterangkan pula bahwa sebanyak 570.000 lembar saham yang telah dikeluarkan dan dibuat akta notariil dengan Nomor 10 tanggal 05 April 2019, telah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0019467.AH.01.02. Tahun 2019 tanggal 09 April 2019. (fit)